Pages

Senin, 26 Januari 2015

Artikel khasiat daun sirsak


KASIAT DAUN SIRSAT SEBAGAI OBAT PENYAKIT KANKER



BAB 1

PENDAHULUAN



1.1.  Latar Belakang

            Berdasarkan buku Panduandirektorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan tahun 2013 lulusan sebuah perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking,management skill, dan communication skill. Berdasarkan uraian di atas seorang mahasiswa harus dapat berperan aktif dalam hal apapun. Tak hanya untuk kepadaiannya, namun juga kecakapannya sangat penting karena akan mnentukan masa depannya. Keempat hal diatas sangat berpengaruh pada kualitas lulusan itu sendiri. Jika satu saja tidak terpenuhi, maka maka mutu dari lulusan tersebut berkurang. Pentinganya hal diatas dapat kita lihat setelah masuk dunia kerja.  Setelah lulus  dari perguruan tinggi, seseorang akan dihadapkan dengan berbagai pilihan dan persaingan dalam karirnya. Seorang yang memiliki keempat kecakapan diatas akan dapat dengan mudah mengatasi persoalan perkerjaannya. Bakhan dapat menumbuhkan inovasi-inovasi  yang dapat membantunya untuk dapat berperan dalam dunia kerja.


Penyakit kanker khususnya kanker payudara merupakan penyakit yang mematikan yang sampai saat ini belum ditemukaan obatnya. Seperti diwartakan di okezone tanggal 30 Oktober 2013 beberapa jenis kanker yang banyak menyebabkan orang meninggal adalah kanker yang menyerang paru- paru, payudara dan prostat (okezone.com, 2007). Kanker paru-paru berasal dari jaringan paru-paru, biasanya dari lapisan sel di saluran udara. Dua jenis utama kanker ini adalah kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru bukan sel kecil. Jenis kanker ini didiagnosis berdasarkan bentuk sel di bawah mikroskop. Lebih dari 80% dari semua kanker paru-paru termasuk dalam jenis kanker bukan sel kecil. Gejala kanker paru-paru adalah batuk yang makin berat, kesulitan bernafas (sesak nafas), nyeri di dada, batuk darah, suara serak, infeksi paru-paru (pneumonia), selalu merasa letih, dan kehilangan berat badan tanpa alasan.

Kanker Payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan payudara. Sel-sel ini biasanya muncul pada saluran atau lobula di payudara. Sel-sel kanker ini dapat menyebar di antara jaringan atau organ yang ada dan ke bagian tubuh lainnya. Kanker payudara merupakan penyebab kematian nomor dua saat ini setelah kanker serviks. Penyebabnya pun masih belum diketahui secara pasti, tapi bisa timbul karena faktor keturunan.

Sedangkan kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Sel ini dapat menyebar ke seluruh bagian-bagian tubuh lainnya seperti, tulang, paru-paru, dan hati. Yang ditakutkan adalah kanker prostat ini tidak diawali gejala apapun sampai setelah menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya. Kanker ini seringkali menyerang pada pria yang berumur lebih dari 45 tahun.

Seseorang seringkali tidak menyadari jika dia telah diserang oleh kanker. Hal ini karena tidak pastinya penyebab yang memicu kanker tersebut maupun gejalanya. Selain itu, kesadaran orang untuk rutin memeriksakan dirinya dari serangan kanker pun masih minim. Kanker yang dapat tumbuh dengan cepat pada tubuh manusia dan menyerang setiap orang ini pun seringkali diam-diam membunuh korbannya. Hingga saat ini banyak terdapat kelompok pegiat kanker yang meneliti, misalnya hasil riset Amerika Serikat yang mengemukakan bahwa,  jumlah kasus-kasus kanker di negara-negara maju sebanyak 5,4 juta kasus dan 2,9 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Sementara 6,7 kasus kanker dan 4,7 kasus di antaranya meninggal dunia di negara-negara berkembang. Proyeksi angka ini didasarkan pada data tentang kasus insiden dan kematian yang di kompilasi oleh Lembaga Riset Kanker Internasional (International Agency For Research on Cancer) (Okezone.com, 2011).

            Daun tanaman sirsak juga memiliki banyak manfaat. Riset yang dilakukan pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). (International Agency For Research on Cancer) (Okezone.com, 2011). Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Purdue University Amerika Serikat, menyatakan bahwa daun sirsak ini memiliki kandungan yang sangat baik untuk pengobatan berbagai macam penyakit terutama penyakit kanker. Pada penelitian tersebut membuhktikan bahwa daun sirsak mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Adapun beberapa jenis kanker yang diklaim dapat diobati adalah kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru dan 12 jenis kanker lainya. Hal ini dapat menjadi angin segar pada dunia pengobatan. Dengan demikian juga dapat memberi nilai guna pada daun sirsak.



Daun sirsak juga mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh sel- sel kanker tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat (Okezone.com, 2011). Pemanfaatan daun sirsak untuk pengobatan kanker dapat mengurangi perkembangan penyakit mematikan tersebut. Hal ini tentunya sangat diharapkan oleh semua orang. Karena sesuatu yang berasal dari alam (dalam hal ini adalah daun sirsak) akan mengurangi resiko yang lebih buruk terjadi saat pengobatan.



Berdasarkan uraian diatas, maka kami tertarik untuk mengambil judul “Racikan Herbal Jifeleaf Sirsak ” dalam Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM) Penelitian.



1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, kami mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

1.      Apa saja kandungan pada daun sirsak?

2.      Apa saja manfaat dari daun sirsak?

3.      Bagaimana peran sirsak dalam pengobatan?

4.      Bagaimana pengolahan daun sirsak untuk pengobatan kanker?



1.3  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan tujuan PKM-P ini adalah:

1.      Untuk mengetahui kandungan pada daun sirsak;

2.      Untuk mengetahui manfaat daun sirsak;

3.      Untuk mengetahui peran sirsak pada dunia pengobatan;

4.      Untuk mengetahui pengolahan daun sirsak yang benar sebagai obat kanker.

1.3. Luaran Penelitian

Luaran dari PKM-P yaitu untuk membuat:

1.      Meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha untuk menjual produk herbal yang berguna bagi masyarakat luas

2.      Memanfaatkan alam sekitar untuk membuat produk yang bernilai jual

2.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari Program Kreativitas Mahasiswa PKM-P ini  adalah :

1.      Melatih dan meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berwirausaha

2.      Bagi masyarakat, kegiatan ini dapat meningkatkan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) disekitar untuk pengobatan penyakit kanker. 

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

1.1.Sirsak

Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah jenis tanaman dari familia Annonaceae yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai tanaman buah yang syarat dengan gizi dan merupakan bahan obat tradisional. Dalam industri makanan, sirsak dapat diolah menjadi selai buah, sari buah, sirup dan dodol sirsak (Jannah, 2010). Tak cukup hanya buahnya, tanaman sirsak mempunyai kandungan yang baik untuk manusia mulai dari bunga, daun, buah, bahkan pohonnya. Kandungan yang dimaksud antara lain yaitu serat, karbohidrat, kalium, vitamin C, air, fosfor, kalsium, juga lemak. Selain itu ada pula kandungan dari sirsak yang dimanfaatkan untuk pengobatan, yaitu acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, dan muricapentocin.



Tanaman sirsak banyak digunakan sebagai tanaman obat, karena tanaman ini memiliki banyak khasiat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Pengertian berkhasiat obat adalah mengandung zat aktif yang berfungsi mengobati penyakit tertentu dan juga mengandung efek yang sinergis dari berbagai zat yang berfungsi mengobati (Flora, 2008). Pemanfaatannya dapat digunakan dalam pengobatan penyakit kanker, asam urat, menghilangkan bisul, mengobati eksim dan rematik, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengobati sakit pinggang, menghilangkan kutu, mengobati diare pada bayi, mengatasi abeien, anyang-anyangan, sakit kandung kemih, juga sakit liver. Penggunaannya pun  tentunya dengan racikan tertentu. Dan sebelum menggunakannya sebagai obat, sebaiknya Anda konsultasikan kepada dokter ahli.



Kandungan kimia jenis-jenis dari suku Annonaceae terdiri dari dua golongan yaitu non alkaloid dan alkaloid. Golongan non alkaloid yang telah diketahui adalah sukrosa, glukosa, fruktosa yang terdapat pada “pulp” serta gliserides yang dapat menyebabkan kematian pada serangga.



Salah satu senyawa pada sirsak adalah alkaloid. Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan. Senyawa alkaloid merupakan senyawa organik terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. Secara organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan pahit, biasanya teridentifikasi mengandung alkaloid. Selain daun-daunan, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada akar, biji, ranting, dan kulit kayu. .Golongan alkaloid yang ditemukan pada tanaman ini meliputi beberapa senyawa dari golongan benzil-tetrahidro-isoquinolin dan salah satunya adalah liriodin yang bersifat antitumor, antibakteri dan antijamur (Laboef dkk., 1982 dalam Rahayu dkk., 1993).

Selanjutnya Mangan (2009) menyatakan kandungan kimia dari sirsak adalah saponin, flavonoid, tanin, kalsium, fosfor, hidrat arang, vitamin (A, B, dan C), fitosterol, Ca-oksalat dan alkaloid murisine.  Salah satu kandungan kimia sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya pada daun tanaman dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu banyak mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari golongan fenolik (Markham, 1988 dalam Sjahid 2008). Manfaat flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik digunakan untuk pencegahan kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C,antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan antibiotik. Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006). Berdasarkan pendapat di atas diketahui bahwa daun sirsak mengandung kandungan-kandungan yang sangat berperan baik untuk kesehatan. Selain untuk menutrisi tubuh, kandungan tersebut dapat juga digunakan sebagai pengobatan dan antivirus. Riset yang telah ada tentang kandungan daun sirsak pun dikembangkan terus menerus untuk mengetahui kehebatan tumbuhan ini.

Daun sirsak banyak mengandung zat aktif yang berkhasiat, di antaranya annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, annomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, dan muricapentocin. Selama ini daun sirsak diketahui khasiatnya secara tradisional yang berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit.( Ersi Herliana, STP dan Nila Rifai, ST, MM. 2011 ). Adapun khasiat daun sirsak masih memiliki kegunaan yang lainnya yaitu mampu untuk menangkal radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan dalam tubuh seperti mengobati radang tenggorokan, usus, pencernaan, diabetes miletus, ambeien, mencegah serta menyembuhkan asam urat, menyembuhkan kadar kolestrol jahat yang tinggi, serta ada juga khasiat dari daun sirsak ini di antaranya mampu untuk mencegah kanker, mengatasi sakit pinggang, mengobati asam urat, mengobati eksim dan rematik.

Ramuan daun sirsak sebagai obat anti kanker, cara pengolahannya adalah Daun sirsak 10-15 lembar direbus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Rebusan ini disaring dan diminum 2 kali sehari. ( Ersi Herliana, STP dan Nila Rifai, ST, MM. 2011 ) Atau dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak  senyawa  dalam daun sirsak. Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata. Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat.


























BAB III
METODE PENELITIAN



3.1 Bahan Penelitian

Bahan Penelitian

a.       Daun Sirsak

b.      Air bersih

c.       Gula jawa



Peralatan Peneltian  

  1. Botol Kemasan minuman 500 ml
  2. Label Minuman
  3. Oven untuk memanaskan daun sirsak
  4. saringan

.

3.2 Tahapan Penelitian

  1. Cara pembuatan

- Mensortasi bahan baku ( pemilihan daun sirsak yang baik dan benar atau tidak cacat dan tidak busuk ).

a.      Mencuci daun sirsak dilakukan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada daun.

b.        Proses pembuatan.

- Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

- Menghidupkan kompor atau kompor gas.

- Menuangkan 3 gelas air bersih ke dalam panci dan metakkan di atas                      kompor.

- Memasukkan 10-15 lembar daun sirsak ke dalam panci.

- Merebus selama 20-30 menit, hingga tersisa satu gelas.

- Setelah jadi, rebusan ini disaring dan dimasukkan ke dalam gelas,

  air rebusan siap diminum.

a.       Setelah 15 menit responden meminum air rebusan tersebut, kemudian melakukan check up ulang.

b.      Dan mencatat hasilnya.



3.3 Teknik Pengumpulan Data

            Data yang dikumpulkan adalah data awal dan data terakhir pengecekan kanker pada responden langsung. Data awal yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar sel kanker sebelum mengkonsumsi rebusan daun sirsak. Dan data akhir pengecekan dilakukan setelah selang waktu 15 menit responden mengkonsumsi rebusan daun sirsak tersebut.

3.4 Analisis Data

            Analisis data disini dengan membandingkan hasilnya, dari data awal dengan data akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar