Pages

Senin, 12 Januari 2015

Makalah Teknologi Informasi Bagi Anak



BAB I

PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG

Saat ini teknologi informasi berkembang sangat pesat. Buktinya pun sudah sangat jelas dimata kita. Bahkan, sangat sering kita menjumpai atau terlibat langsung dengannya. Menyebutkan tentang televisi, gadget, internet sudah sangat familiar. Hampir semua orang kini telah mempunyai gadget sendiri untuk kebutuhannya. Bahkan banyak sekali pilihan gadget yang dapat kita pilih untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Tak hanya itu, dalam gadget juga sudah banyak dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang akan mendukung aktifitas kita. Jadi tak hanya dapat untuk berkomunikasi seperti telepon atau sms saja, namun juga sudah dapat untuk mengakses internet bahkan menonton televisi sekaligus. Tak perlu biaya mahal, gadget harga yang relatif murah pun sudah mudah kita dapatkan. Jadi tak mengherankan bila gadget sudah bisa didapatkan oleh semua kalangan.

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana perkembangan teknologi informasi pada jaman sekarang?
2.      Apakah sebab anak dibawah umur sudah dikenalkan tentang teknologi?
3.      Bagaimana pengaruhnya bagi anak?
4.      Bagaimana sikap yang harus diambil oleh orang tua?

C.     TUJUAN

1.      Untuk mengetahui apa itu teknologi informasi beserta peranannya.
2.      Untuk memgetahui pengaruh teknologi informasi terutama pada anak.


                                                             BAB II

PEMBAHASAN


A.    PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi informasi dilihat dari suku katanya terdiri dari kata Teknologi dan Informasi. Teknologi adalah suatu sistem atau tata cara untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari yang kita lakukan. “Informasi adalah data yang diproses kedalam bentuk yang lebih berarti bagi penerima dan berguna dalam pengambilan keputusan, sekarang atau untuk masa yang akan datang.” (Azmi, Yan: 2009).
Para ahli juga mengemukakan tentang teknologi informasi itu sendiri
Menurut McKeown yang dikutip oleh Suyanto (2005: 3), “teknologi
informasi merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk
menciptakan, menyimpan, mengubah dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya”.
Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Williams dan saywer yang
dikutip oleh Seesar (2010: 6), bahwa “teknologi informasi merupakan sebuah bentuk umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan,  mengkomunikasikan dan atau menyampaikan informasi”.
Sutarman (2009: 13) menyatakan bahwa, “teknologi informasi adalah suatu studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen system informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer”.

B.     PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI

Di jaman globalisasi yang serba modern ini semua orang dituntut untuk terus bersaing dengan teknologi yang ada. Tidak terkecuali untuk masyarakat Indonesia karena indonesia juga masuk dalam ligkup global. Penguasaan pada teknologi informasi ini diperlukan untuk bersaing dengan negara lainnya. Hal yang berhubungan dengan teknologi bukanlah hal yang tabu. Bahkan kini seseorang sangat ditekankan dapat menguasai teknologi informasi untuk menunjang usaha atau pekerjaannya. Adapun yang menjadi tujuan dari adanya teknologi informasi menurut Sutarman (2009: 17), “untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, dan meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam melakukan pekerjaan”.
Dalam ilmu teknologi informasi, ada juga istilah Budaya Informasi. Dari unsur katanya, budaya informasi tidak jauh dari kebiasaan seseorang atau sekelompok pengguna teknologi itu sendiri. Sedangkan menurut pendapat Marchand yang dikutip oleh Suroso (1998: 1) bahwa, “budaya informasi adalah mencakup nilai-nilai sikap dan perilaku yang mempengaruhi orang dalam perusahaan tersebut di dalam segenap cara pandang mengumpulkan, mengorganisasi, memproses, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi”.

C.     PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI BAGI ANAK

Teknologi informasi yang kita temukan saat ini sedikit bergeser dengan harapan kita untuk dapat bersaing dengan dunia luar. Bahkan sasaran atau objeknya pun sering kita temukan terjadi kesalahan. Hal-hal tersebut dapat terlihat sangat jelas. Dalam lingkup keluarga saja, orang tua sering melihat acara televisi bersama dengan anaknya dan dengan acara yang tidak layak bagi anak. Dapat kita ketahui juga rata-rata tayangan televisi adalah untuk orang dewasa dengan membahas percintaan, konflik, bahkan kekerasan. Anak yang masih kecil itu sendiri pola pikirnya masih “meniru” dengan apa yang dia lihat maupun dia dengar. Hal ini tentunya akan berpengaruh buruk pada anak dan pemikirannya. Anak menjadi agresif dan menang sendiri. Selain itu, orang tua juga ada yang memberikan gadget pada anaknya bahkan saat umur anak itu 2 tahun. Orang tua itu sendiri mengaku memberikan gadget pada anaknya agar anak itu diam dan asik di dalam rumah. Namun tanpa disadari hal itu akan terus terbawa hingga anak tersebut dewasa dia tidak bisa lepas dari gadget. Sikap dan pemikiran anak pun menjadi monoton dan tidak kreatif karena terlalu bergantung pada gadget. Selain itu anak juga menjadi kurang bersosialisasi dengan teman sebayanya karena terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.

D.    PERAN ORANG TUA

Disini peran orang tua sangatlah diperlukan. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan anaknya pada fasilitas. Hal yang dapat dilakukan orang tua adalah sebagai berikut:
1.      Memilih tayangan edukasi untuk anak.
2.      Memberikan fasilitas anak yang dapat membantu perkembangannya.
3.      Mendampingi anak dalam menggunakan alat informasi.
4.      Membantu anak dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya.
5.      Membantu anak dalam pembelajarannya.
6.      Lebih memperhatikan perilaku sang anak
Dengan melakukan itu semua, anak akan dapat tetap update dengan teknologi informasi tanpa harus kehilangan kreatifitas maupun waktu bersosialisasi.

















BAB III

PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Teknologi informasi sangat diperlukan kita untuk menunjang bisnis dan karir kita juga dalam bersaing dengan dunia luar. Namun disisi lain banyak kekurangannya yaitu terutama bagi anak. Seorang anak tidak dapat disalahkan dalam hal ini karena seorang anak yang masih kecil merupakan tanggung jawab orang tua.

B.     SARAN

Orang tua harus dapat menempatkan dirinya antara anak dan teknologi informasi itu sendiri.

C.     REFERENSI

Yan azmi  (2009).
McKeown (2005,3)
Williams dan Saywer (2010: 6)
Sutarman (2009: 13)
Sutarman (2009: 17)
Marchand (1998: 1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar